

Meningkatnya kebutuhan global akan kendaraan listrik, baterai, dan teknologi energi bersih menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki posisi strategis dalam transformasi ekonomi global. Kekayaan mineral transisi yang dimiliki Indonesia menciptakan peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam rantai nilai industri energi bersih masa depan.
Daya saing sektor hilirisasi mineral ke depan tidak lagi ditentukan semata oleh kapasitas produksi, melainkan juga oleh kemampuan industri memenuhi standar rantai pasok global yang semakin menuntut jejak karbon rendah. Oleh sebab itu, ketergantungan industri pengolahan mineral nasional pada PLTU captive menjadi perhatian serius bagi mitra dagang international. Regulasi emisi karbon global yang semakin ketat, seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa dan standar rantai pasok Inflation Reduction Act (IRA) di Amerika Serikat, membuat produk dengan intensitas karbon tinggi berisiko menghadapi hambatan masuk ke pasar premium, seperti kenaikan tarif tinggi dan turunnya permintaan.
Kami mendukung visi Indonesia untuk beralih dari sekadar produsen komoditas menjadi pemimpin pasar mineral hijau. Strategi kami meliputi:
Mendorong diskusi kebijakan untuk mengurangipembangunan PLTU captive baru di kawasan industri pengolahan mineral transisi sebagai langkah strategis untuk dekarbonisasi sektor industri.
Memperkuat posisi Indonesia sebagai pelaku transisi energi yang andal dengan menghadirkan solusi rantai pasok energi bersih bagi pasar internasional.
Menghasilkan analisis strategis mengenai risiko perdagangan jangka panjang jika industri hilirisasi tidak segera mengadopsi standar energi yang lebih berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan pembuat kebijakan dan pelaku industri, kami berupaya menyelaraskan pertumbuhan sektor mineral dengan target iklim nasional. Dengan mentransformasi infrastruktur energi di pusat-pusat pengolahan mineral, Indonesia tidak hanya mengamankan kekayaan alamnya, tetapi juga memastikan posisi kunci dalam rantai nilai ekonomi hijau global.
