Suasana PLTU Pelabuhan Ratu dari seberang lautan

02 Februari 2024

-

Wicaksono Gitawan

Antisipasi Dampak Ekonomi Pensiun Dini PLTU Batu Bara

Yayasan Indonesia CERAH bersama Center for Economic and Law Studies (CELIOS) meluncurkan laporan terbaru yang menunjukan bahwa  penutupan lebih cepat PLTU batu bara yang secara bersamaan digantikan dengan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan akan lebih menguntungkan secara ekonomi. 

 

Studi pemodelan dengan skenario tersebut pada di PLTU Cirebon-1, PLTU Pelabuhan Ratu, dan PLTU Suralaya menghasilkan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp 82,6 triliun.Laporan bertajuk “Antisipasi Dampak Ekonomi Pensiun Dini PLTU Batu Bara” ini merupakan studi lanjutan yang sebelumnya sudah diluncurkan pada Juli 2023 sebagai bagian dalam riset terkait transisi energi berkeadilan di Indonesia 

Detail Publikasi

Dipublikasikan: 02 Februari 2024

Publikasi Terkait

82 Persen Anak Muda Indonesia Khawatirkan Masalah Perubahan Iklim di Tanah Air

82% Anak Muda Indonesia Khawatirkan Masalah Perubahan Iklim

KOMPAS.com - Studi survei terbaru menunjukkan, bahwa saat ini anak muda di Indonesia menaruh perhatian serius pada persoalan krisis iklim. Menjelang momentum 92...

27 Oktober 2021

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). (Sumber: pexels.com)

Penerapan Energi Bersih Indonesia Berjalan Lambat

IEEFA menilai Indonesia perlu meningkatkan upaya untuk memperbesar kapasitas energi terbarukan agar tak tertinggal dari India dan Vietnam.

21 Agustus 2023

COP30: Arah Transisi Energi dan Keadilan Iklim untuk Indonesia

COP30: Arah Transisi Energi dan Keadilan Iklim untuk Indones

COP30 di Brasil jadi momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen iklim, memperjuangkan keadilan, dan memimpin transisi energi global.

20 Oktober 2025

footer yayasan