Menyorot Ambisi Swasembada Energi Desa di Indonesia: Peluang dan Tantangan Satu Desa Satu Megawatt Melalui Koperasi Merah Putih

12 Desember 2025

-

Admin CERAH

Menyorot Ambisi Swasembada Energi Desa di Indonesia

Ambisi 100 GW PLTS yang dicanangkan Presiden Prabowo menandai salah satu lompatan terbesar dalam sejarah transisi energi Indonesia. Dari total target tersebut, 80 GW direncanakan dibangun melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan asumsi 1 MW PLTS per desa untuk 80.000 desa. Program ini diharapkan menjadi tulang punggung swasembada energi, membuka akses listrik murah, menekan biaya usaha desa, serta mendorong produktivitas pertanian, perikanan, dan UMKM melalui energi surya yang bersih dan terjangkau.

Namun, skala ambisi ini berhadapan dengan tantangan fundamental. Biaya pembangunan 1 MW PLTS masih berkisar USD 900 ribu (Rp 14,6 miliar), masih jauh melampaui kapasitas fiskal desa. Sementara mekanisme pembiayaan melalui KDMP hanya menyediakan plafon pinjaman sekitar Rp 3 miliar, dan tanpa PPA atau model pendapatan yang jelas, proyek sulit dinilai bankable oleh perbankan. Di sisi lain, pengalaman dari ratusan PLTS komunal dan program Patriot Energi menunjukkan bahwa risiko terbesar bukan pada teknologinya, tetapi pada tata kelola, pemeliharaan, dan ketiadaan dana cadangan yang membuat banyak PLTS mangkrak ketika dalam kurun waktu 3–7 tahun pada masa lifespan baterai habis/rusak, serta minimnya manajemen teknis di tingkat desa.

Oleh karena itu, pembangunan PLTS desa melalui KDMP ini membutuhkan desain ulang model proyek. Analisis ini menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada empat fondasi utama: model operasi profesional seperti Energy-as-a-Service (EaaS), bundling proyek untuk menarik pembiayaan, pembentukan dana cadangan nasional O&M, serta tarif listrik desa dan skema PPA yang terstandar. Dengan pendekatan seperti ini, program 100 GW PLTS tidak hanya dapat diwujudkan, tetapi juga berpotensi menjadikan Indonesia pemimpin energi surya berbasis komunitas terbesar di Asia Tenggara.

Detail Publikasi

Dipublikasikan: 12 Desember 2025

Publikasi Terkait

Energi Baru dalam RUU EBT Hambat Transisi Energi

Energi Baru dalam RUU EBT Hambat Transisi Energi

RUU EBT mestinya dibuat untuk mempercepat transisi energi, dan mencapai net zero pada tahun 2060 atau lebih cepat.

11 April 2022

Ilustrasi pekerja sedang memasang panel surya. (sumber: Pexels.com)

Indonesia Perlu Hati-hati Gunakan Dana JETP Rp310 Triliun

Transition Zero mengingatkan Indonesia untuk memastikan penggunaan dana JETP dapat meningkatkan bauran energi terbarukan sesuai target, yakni 34%.

21 Agustus 2023

Benarkah Batu Bara Bisa Bersih? Fakta di Balik Teknologi Carbon Capture and Storage (CCS)

Apakah Batu Bara Bisa Bersih? Ini Fakta Teknologi CCS

Tekanan untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi energi bersih semakin besar, baik di tingkat global maupun nasional. Salah satu solusi yang serin...

19 Mei 2025

footer yayasan