Perbankan di Indonesia Masih Dukung Batu Bara?

06 Agustus 2025

-

Admin

Perbankan di Indonesia Masih Dukung Batu Bara?

Di tengah meningkatnya urgensi krisis iklim, sektor perbankan nasional justru masih menjadi penopang utama industri batu bara. Sepanjang 2021–2024, lembaga keuangan di Indonesia tercatat mengucurkan pinjaman hingga US$ 7,2 miliar kepada perusahaan batu bara, dengan PT Bank Mandiri Tbk sebagai penyumbang terbesar. Temuan ini diungkap dalam laporan terbaru Koalisi #BersihkanBankmu bertajuk "Mendanai Krisis Iklim: Bagaimana Perbankan di Indonesia Mendukung Pembiayaan Batu Bara", yang mencatat bahwa lima bank nasional mengalirkan dana hingga US$ 5,6 miliar ke sektor batu bara.

Fenomena ini mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi. Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengklasifikasikan tambang batu bara dan PLTU tanpa teknologi pengurangan emisi sebagai aktivitas yang merusak lingkungan, pemerintah masih merencanakan penambahan kapasitas PLTU hingga 6,3 gigawatt (GW) dalam RUPTL 2025–2034. Tak hanya itu, ada pula rencana pembangunan 11 GW PLTU captive untuk kebutuhan industri hingga 2026. Ketidakkonsistenan arah kebijakan ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menargetkan 100% penggunaan energi terbarukan dalam satu dekade ke depan di Brasil awal Juli lalu.

Detail Publikasi

Dipublikasikan: 06 Agustus 2025

Publikasi Terkait

Kompilasi Esai Terbaik dari Lomba Esai: Transisi Energi dan Keadilan Iklim

Kompilasi Esai Terbaik Transisi Energi dan Keadilan Iklim

Kumpulan Kompilasi Esai Terbaik dari Lomba Esai: Transisi Energi dan Keadilan Iklim

15 Mei 2025

Pembiayaan MDB untuk Energi Bersih Lebih Besar dari Energi Fosil

Pembiayaan MDB Energi Bersih Lebih Besar dari Energi Fosil

Lebih dari setahun sejak permulaan pandemi Covid-19, sebanyak sembilan anggota MDB mendanai sedikitnya US$12 miliar untuk energi bersih dan US$3 miliar untuk en...

16 April 2021

Negara G20 Harus Pimpin Transisi Energi Terbarukan

Negara G20 Harus Pimpin Transisi Energi Terbarukan

Dalam laporan Climate Group bertajuk “Ambition on Renewables in the G20” disebutkan bahwa negara-negara G20 menghasilkan hampir 80% emisi gas rumah kaca (GRK) g...

10 Oktober 2022

footer yayasan