Mengoptimalkan Momentum Hijau China untuk Mendorong Transformasi dan Pembangunan Ekonomi Indonesia

08 November 2025

-

Admin CERAH

Momentum Hijau China untuk Transformasi Ekonomi Indonesia

Indonesia telah menetapkan target iklim dan energi yang ambisius, melalui komitmen Presiden Prabowo untuk mencapai 100% penggunaan energi terbarukan pada 2035 untuk mencapai target nol emisi. Namun, Di dalam dokumen RUPTL 2025-2034, bauran energi terbarukan direncanakan mencapai 61%. Menjelang COP 30 di Brazil, komitmen iklim ini juga kembali diutarakan. Namun, keterbatasan ruang fiskal menjadi tantangan utama, sehingga investasi asing langsung (FDI) memiliki peran penting sebagai katalis transisi hijau. Dalam konteks ini, China sebagai salah satu investor terbesar Indonesia semakin mengalihkan pembiayaan energinya dari batu bara ke energi terbarukan. Pada 2024, Indonesia menerima sekitar US$9,3 miliar dari Belt and Road Initiative (BRI), dengan US$900 juta di sektor energi dan 56 persen di antaranya mengalir ke proyek energi terbarukan, naik signifikan dibanding periode 2006–2022 yang hanya sekitar 14 persen.

Investasi China kedepannya  perlu dikaitkan lagi dengan agenda penciptaan lapangan kerja formal dan reindustrialisasi melalui model investasi yang lebih lokal dan berkelanjutan. Berdasarkan analisis SUSTAIN dan CERAH, jika pembiayaan energi BRI sebesar US$900 juta per tahun sepenuhnya diarahkan ke energi terbarukan pada periode 2025–2034, Indonesia berpotensi memperoleh hingga Rp144 triliun sebagai sumber alternatif pendanaan transisi energi. Nilai ini setara dengan pendanaan sekitar 80 proyek sekelas PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas gabungan 15.300 MWp dan potensi pengurangan emisi 17,12 juta ton karbon, sekaligus menciptakan hingga 112.000 lapangan kerja dan menyediakan listrik bagi sekitar 4 juta rumah tangga. Selain itu, merujuk pada proyek pabrik EV BYD di Subang, investasi US$5,2 miliar (Rp83,2 triliun) berpotensi menciptakan 72.000 lapangan kerja langsung, belum termasuk dampak tidak langsung dari rantai pasok dan sektor pendukung lokal.

Detail Publikasi

Dipublikasikan: 08 November 2025

Publikasi Terkait

IRENA: Biaya Listrik Energi Terbarukan Semakin Turun

IRENA: Biaya Listrik Energi Terbarukan Semakin Turun

International Renewable Energy Agency (IRENA) merilis laporan bertajuk “Renewable Power Generation Costs in 2021” pada 13 Juli 2022.

15 Agustus 2022

Debat Keempat Cawapres 2024, Seperti Apa Dampak Pada Keseriusan Isu Transisi Energi dan Iklim?

Pemantauan Media Sosial & Media Online CERAH, EPS-2

Seiring dengan perjalanan negara menuju tahun 2045, penting untuk mendorong pemilih muda, yang mewakili 52% dari total jumlah pemilih untuk mempertimbangkan isu...

30 Januari 2024

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). (Sumber: pexels.com)

Riset EY: Pendanaan Bukan Hambatan Utama Bauran EBT RI

Sebuah riset lembaga audit internasional Ernst and Young (EY) melaporkan bahwa isu pendanaan bukan menjadi hambatan utama dalam pengembangan energi baru dan ter...

24 November 2023

footer yayasan