Riset ini menganalisis kelayakan finansial dan risiko stranded assets pada tiga proyek PLTU yang tertunda, yaitu Sumut-1, Jambi-1, dan Jambi-2. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketiganya berada sangat dekat dengan batas kelayakan ekonomi. Sumut-1 belum memenuhi ambang kelayakan, sementara Jambi-1 dan Jambi-2 hanya layak secara marginal. Perubahan kecil pada harga batu bara, tarif listrik, kinerja operasional, dan biaya pembiayaan dapat menghilangkan kelayakan proyek. Kajian ini menekankan pentingnya evaluasi ulang finansial, uji sensitivitas, dan validasi data aktual sebelum pembangunan dilanjutkan, untuk meminimalkan risiko investasi dan potensi aset terlantar dalam transisi energi.




